Ladiestory.id - Ketika menyusuri kawasan Panembahan Utara di Cirebon, kebanyakan orang mungkin fokus pada batik kain tradisional penuh motif dan filosofi. Tapi di balik deretan toko kain itu, saya menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar karya seni di atas kain: sebuah rasa yang nyaris terlupakan, tapi kini hadir kembali dalam bentuk semangkuk Brengkes.
Tempatnya sederhana. Kambas Table, begitu nama warung makannya. Tak besar, tak mencolok, tapi punya sesuatu yang sulit ditemukan di restoran-restoran modern: kehangatan rumah, dan rasa dari dapur masa lalu.
Lokasinya Brengkes Kambas Dimana, sih?
Kambas Table terletak di Jalan Panembahan Utara, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Lokasinya berada di area yang juga dikenal sebagai sentra batik. Jadi kalau kamu suka wisata budaya, ini bisa jadi dua tujuan dalam satu perjalanan—belanja batik, lalu makan enak.
Mereka buka dari pukul 05.30 hingga 17.00 WIB setiap hari. Kalau mau dapat suasana pagi yang tenang, datanglah lebih awal.
Apa Itu Brengkes?
Jujur, sebelum ke sini, saya belum pernah dengar nama “Brengkes”. Tapi ternyata, makanan ini adalah hidangan rumahan khas Cirebon yang dulu cukup populer di meja-meja keluarga. Sayangnya, seperti banyak resep lama lainnya, Brengkes mulai menghilang terganti oleh makanan cepat saji dan tren kuliner kekinian.
Brengkes adalah masakan kukus yang terbuat dari daging sapi, telur puyuh, wortel, santan, cabai, dan telur kocok, semuanya dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga empuk. Rasanya gurih, ringan, tapi kaya akan rempah.
Siapa di Balik Dapur Ini?
Brengkes dihidupkan kembali oleh Rere Barara, pemilik Kambas Table. Resep ini merupakan warisan ibunya, dan awalnya hanya disajikan di rumah. Tapi kini, ia membagikan rasa nostalgia itu kepada publik, agar tak hilang ditelan zaman.
“Sekarang banyak anak muda yang bahkan nggak tahu Brengkes itu apa. Saya ingin memperkenalkan kembali makanan ini sebagai bagian dari identitas kuliner Cirebon,” ujar Rere saat saya berbincang dengannya di sela-sela kesibukannya di dapur.
Yang menarik, Brengkes ini berbeda dengan empal gentong yang terkenal di Cirebon. Kalau empal cenderung berbumbu kuat dan bersantan kental, Brengkes lebih kalem, cocok untuk semua usia, bahkan buat yang kurang suka makanan berat.
Kalau kamu sedang jalan-jalan ke Cirebon dan ingin merasakan kuliner lokal yang tak biasa, datanglah ke Kambas Table dan pesan Brengkes-nya. Rasanya bisa membawa kamu ke ruang makan keluarga di era sebelum media sosial mendominasi dunia.
Dan siapa tahu, mungkin kamu juga akan jatuh cinta pada rasa lama yang kini kembali hidup.
Sumber foto: jabar.tribunnews.com