1. Fashion
  2. Batik Organik Ramah Lingkungan dari Cipaku Bogor Tembus Pasar Internasional
Fashion

Batik Organik Ramah Lingkungan dari Cipaku Bogor Tembus Pasar Internasional

Batik Organik Ramah Lingkungan dari Cipaku Bogor Tembus Pasar Internasional

Sumber foto: Kompas

Ladiestory.id - Batik tak hanya soal estetika, namun juga bisa menjadi jalan pemberdayaan dan pelestarian lingkungan. Itulah yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tumbuh Bersama Buni Asih dari Cipaku, Bogor, melalui karya batik organik mereka yang kini menarik perhatian hingga ke pasar mancanegara.

Batik yang diproduksi sejak 2013 ini menggunakan pewarna alami dari bahan tumbuhan dan limbah rumah tangga. Keunikan dalam pewarnaan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dan membedakannya dari batik-batik lain di pasaran.

“Batik organik ini sudah kami mulai sejak tahun 2013. Tapi KUB Tumbuh Bersama baru resmi berdiri pada 3 Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Batik Nasional,” ujar Ana Khairani, Wakil Direktur KUB, kepada TribunnewsBogor.com.

Selama lebih dari satu dekade, batik ini telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan berhasil menembus pasar luar negeri. Meski begitu, pasca pendirian resmi KUB, proses produksi masih berada di tahap pencantingan sebagai bagian dari penguatan kualitas.

Batik organik Cipaku memiliki tiga motif utama: panorama, kultur, dan kekinian. Motif panorama menampilkan keindahan pariwisata Kota Bogor, kultur menggambarkan kekayaan budaya lokal, dan motif kekinian dirancang agar relevan dengan tren zaman sekarang.

“Ciri khas utama kami ada pada kekuatan motif dan warna alami yang khas. Ini membuat batik kami benar-benar berbeda dari yang lain,” tambah Ana.

Kehadiran batik organik ini juga menjadi sarana pemberdayaan bagi perempuan di kawasan Buni Asih. Para ibu rumah tangga dilatih untuk memahami proses membatik dari awal hingga akhir, mulai dari membuat pola hingga proses pewarnaan alami.

Hal ini sejalan dengan filosofi "Tumbuh Bersama" yang diusung oleh kelompok. KUB Tumbuh Bersama menjadi ruang inklusif yang memungkinkan perempuan lokal untuk berkembang secara ekonomi dan sosial.

“Harapannya, ibu-ibu di Buni Asih bisa terus produktif, mandiri, dan memiliki peran aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar,” tutup Ana.

Dengan dukungan komunitas dan pendekatan ramah lingkungan, batik organik dari Cipaku Bogor bukan hanya mempercantik penampilan, tapi juga membawa pesan tentang keberlanjutan dan pemberdayaan.

Sumber artikel: jabar.tribunnews.com

 

Topics :
Artikel terlalu panjang? klik untuk rangkuman :
Bagikan Artikel
Trending